Hakim Harus Berani Membebaskan Terdakwa Perkara Tipikor

Oleh:
Ahmad Wali, S.H, M.H
(Dosen Fakultas Hukum Universitas Bengkulu)

Judul artikel ini terkesan provokatif dan tendensius. Tapi sebenarnya tidak, karena bagi Mahasiswa yang pernah belajar Ilmu Hukum ada Adigium dalam Doktrin Ilmu Hukum, bahwa Hakim itu lebih baik membebaskan orang yang bersalah daripada Hakim menghukum orang yang tidak bersalah. Karena tujuan hukum itu adalah memastikan bahwa putusan hakim harus dapat memberikan keadilan, kepastian hukum dan kemanfaatan.

Tujuan Hukum bukanlah untuk menganiaya orang, tujuan hukum adalah memastikan orang yang melakukan pelanggaran hukum harus melalui proses hukum yang benar dan mendapatkan hukuman berdasarkan putusan hakim yang setimpal dengan kesalahan yang dia lakukan.

Selanjutnya Hukum juga harus menjamin proses persidangan di Ruang Sidang Pengadilan Tipikor Bengkulu dapat berjalan secara jujur dan adil sehingga jika dalam proses persidangan Terdakwa benar-benar tidak cukup alat bukti untuk menyatakan Terdakwa bersalah, maka sudah kewajiban Majelis Hakim untuk berani menjatuhkan Putusan Bebas Murni terhadap Terdakwa, sehingga mengembalikan harkat dan martabat Terdakwa kepada posisinya semula sebagai orang yang tidak bersalah.

Berita media online tentang keberanian Putusan Majelis Hakim Perkara Tipikor Pengadilan Negeri Bengkulu membebaskan 3 orang Terdakwa Perkara Tipikor membuat Publik heboh dan bertanya-tanya mengapa Majelis Hakim Pengadilan Tipikor berani membebaskan 3 orang terdakwa. Ada apa sebenarnya?.

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bengkulu telah melaksanakan Tugasnya secara Profesional, Majelis Hakim berani menjatuhkan Putusan membebaskan 3 orang Terdakwa tentu memiliki dasar pertimbangan hukum yang matang secara yuridis. Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bengkulu pasti memiliki pertimbangan Argumentasi Hukum yang benar berdasarkan ilmu hukum secara yuridis normatif yang akurat.

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bengkulu telah berani menegakan prinsip dasar pengadilan harus menghormati asas praduga tidak bersalah, bahwa seorang Terdakwa dalam perkara Tipikor wajib dianggap belum terbukti bersalah sampai ada pembacaan putusan oleh Majelis Hakim. Majelis Hakim Pengadilan Tipikor harus berani menegakan marwah Profesi Hakim yang sangat mulia sebagai Wakil Tuhan di muka bumi, bahwa Profesi Hakim harus independen bebas menjatuhkan putusan berdasarkan hanya kepada ketentuan hukum acara pidana bahwa Terdakwa Tipikor bisa dinyatakan bersalah jika terdapat 2 alat bukti yamg cukup ditambah keyakinan hakim.

Selama ini Majelis Hakim Pengadilan Tipikor di Pengadilan Negeri Bengkulu terkesan tidak berani menjatuhkan Putusan Bebas Terhadap Terdakwa Tipikor, seringkali Putusan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bengkulu selama seolah dipaksa harus selalu menjatuhkan Putusan Terbukti bersalah terhadap Terdakwa Tipikor karena ada tekanan Mental Psikologis terhadap Majelis Hakim Tipikor bahwa jika mereka berani menjatuhkan Putusan Bebas Murni terhadap Terdkawa Tipikor maka seolah-olah mereka Tidak Pro terhadap gerakan pemberantasan Tipikor. Padahal kewajiban Majelis Hakim Tipikor adalah bekerja secara Profesional dan jujur serta amanah memeriksa Terdakwa Tipikor berdasarkan Hukum Formil dan Hukum Materil apakah Dakwaan JPU terhadap Terdakwa Tipikor itu terbukti secara sah dan meyakinkan atau tidak?.

Adalah sangat berbahaya dan sebuah kezoliman yang terstruktur jika selama ini Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bengkulu selalu menjatuhkan Putusan bersalah terhadap Terdkawa Tipikor karena tekanan Mental Psikologis bagi para Hakim takut dikatakan tidak mendukung gerakan pemberantasan Korupsi yang sangat merugikan keuangan Negara dan perekonomian nasional.

Selain itu Majelis Hakim Tipikor Bengkulu selama ini terkesan takut menjatuhkan putusan bebas kepada Terdakwa Tipikor karena takut dituduh public bahwa Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bengkulu masuk angina menerima suap dan lain-lain.

Selain itu dalam obrolan pribadi beberapa sahabat yang kini menjadi Hakim Ad Hoc Pengadilan Tipikor Bengkulu mengakui adanya tekanan Mental Psikologis jika mereka berani membuat Putusan Bebas Terhadap Terdakwa Tipikor karena Majelis Hakim akan diperiksa oleh Tim Pengawasan dari Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Dalam beberapa Putusan Tingkat Kasasi beberapa Terdakwa Tipikor dari Bengkulu mendapatkan Putusan bebas murni dari Majelis Hakim Agung dalam Putusan Tingkat Kasasi. Sehingga hal ini menunjukan bahwa selama ini Majelis Hakim Tipikor Bengkulu takut menjatuhkan putusan bebas murni, sehingga memberikan waktu penderitaan lahir batin yang sangat lama bagi para Terdakwa Tipikor beserta keluarganya dalam menunggu kapan keadilan akan diberikan oleh Allah SWT.

Semoga para Hakim Pengadilan Tipikor di seluruh Indonesia berani menegakan independensi lembaga peradilan secara Profesional, hakim berani menjatuhkan putusan pidana mati jika Terdakwa Tipikor terbukti benar-benar melakukan kesalahan merugikan keuangan Negara dan sebaliknya Majelis hakim berani membebaskan Terdakwa Tipikor yang tidak bersalah.