Jakarta – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta menggelar kirab dalam memperingati Hari Santri Nasional 2017, dengan mengunjungi lima pesantren di wilayah Jakarta Sabtu lalu.
Ketua Panitia Peringatan Kirab Santri Nasional PWNU DKI Jakarta Munahar Muchtar mengatakan peserta yang ikut dalam Kirab Santri yang mengambil tema “Santri Mandiri, NKRI Hebat” ini berjumlah 500 orang. Di setiap titik diperkirakan 500-1.000 orang dan puncaknya berkumpul sebanyak 7.000-8.000 orang.
“Pertama kami start dari Kantor Wali Kota Jakarta Barat, langsung ke pesantren Al Misbah, Jakarta Utara, dari sini langsung ke pesantren Az Ziyadah di Klender,” katanya.
Dari sana dilanjutkan ke Pesantren Asshidiqiyah, Kebon Jeruk, setelah itu Al Ihrom di Cengkareng, berakhir di Masjid Raya Hasyim Asyari, Daan Mogot.
Selain itu, lanjut dia, ada beberapa rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan pada puncak kegiatan Hari Santri Nasional 2017 ini.
Setelah penyerahan bendera Merah Putih dan Pataka NU, kata dia, bendera dan pataka tersebut diterima oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. “Lalu dilanjutkan dengan pembacaan satu miliar Shalawat Nariyah dipimpin KH Said Aqil Siradj,” kata Ketua MUI Jakarta Barat tersebut.
Sementara itu, Ketua Robithoh Ma’hadil Islamiyah (RMI) KH Bahaudin mengatakan Hari Santri Nasional ini memberikan satu motivasi kepada para santri.
Menurut dia, santri adalah generasi ke depan yang harus menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Islam. “Saya juga berharap masyarakat tahu bahwa santri bisa membawa situasi yang kondusif, dan bekerja sama antara ulama dan tokoh-tokoh yang lain,” ucapnya. (Ant)






























