JAKARTA – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) memperkuat kesiapsiagaan dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di seluruh wilayah perkebunan yang dikelolanya. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terutama dalam meningkatkan pemantauan, pertukaran informasi, kesiapan personel, serta koordinasi penanganan apabila ditemukan indikasi kebakaran.
Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan Direktur Utama Agrinas Palma, Mohammad Abdul Ghani, dengan Kepala BNPB, Letjen TNI Kristomei Sianturi, di Kantor BNPB, Jakarta, Senin (2/11/2026).
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan akrab itu, kedua pihak membahas empat aspek utama pencegahan karhutla, yakni pemantauan kondisi lahan, pertukaran informasi, kesiapan personel, dan koordinasi respons ketika ditemukan potensi kebakaran. Langkah ini diarahkan agar setiap indikasi munculnya titik api dapat segera diketahui dan ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Bagi Agrinas Palma, pencegahan karhutla bukan sekadar persoalan teknis operasional, melainkan bagian penting dari tanggung jawab perusahaan dalam mengelola aset perkebunan negara. Sebagai badan usaha milik negara (BUMN) yang mendapat mandat mengelola lahan perkebunan, perusahaan dituntut mengoptimalkan aset tersebut agar produktif dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Amanat itu sejalan dengan visi Agrinas Palma untuk menjadi perusahaan perkebunan global terkemuka yang ramah lingkungan dan ramah sosial, sekaligus menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung swasembada pangan dan energi nasional.
Direktur Utama Agrinas Palma, Mohammad Abdul Ghani, menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan perkebunan tidak hanya diukur dari pencapaian produksi. Menurutnya, kemampuan menjaga keberlanjutan lahan, melindungi lingkungan, serta mengendalikan berbagai risiko operasional juga menjadi indikator penting.
“Peningkatan produktivitas harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan, keselamatan pekerja, dan penguatan pencegahan karhutla. Kami ingin memastikan tanggung jawab tersebut menjadi perhatian bersama di seluruh wilayah operasional perusahaan,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Agrinas Palma berkomitmen meningkatkan kewaspadaan di lapangan melalui pemantauan kawasan yang berpotensi mengalami kebakaran, penguatan kesiapan personel, serta penyediaan sarana pendukung. Perusahaan juga mendorong peningkatan pemahaman para pekerja mengenai risiko karhutla dan pentingnya pelaporan dini.
Hal tersebut dinilai penting karena pekerja merupakan pihak yang paling dekat dengan kawasan perkebunan sehingga memiliki peran strategis dalam mengenali perubahan kondisi lingkungan dan melaporkan indikasi awal kebakaran.
Ghani menekankan bahwa setiap informasi mengenai potensi kebakaran harus ditindaklanjuti melalui verifikasi kondisi lapangan, pelaporan yang jelas, dan kesiapan penanganan. Dengan mekanisme tersebut, langkah pencegahan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
“Potensi kebakaran harus diantisipasi sedini mungkin sehingga keselamatan masyarakat dan pekerja, kelestarian lingkungan, serta keberlangsungan operasional dapat terlindungi,” kata Ghani.
Gambaran penerapan teknologi dalam mendukung pencegahan bencana juga terlihat ketika rombongan Agrinas Palma meninjau command centre BNPB. Ruang kendali tersebut memanfaatkan data dan teknologi untuk memantau berbagai potensi ancaman, mendukung pengambilan keputusan, serta memperkuat koordinasi penanganan di lapangan.
Kepala BNPB, Letjen TNI Kristomei Sianturi, menilai pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan. Sinergi antara pemerintah, BUMN pengelola perkebunan, dan masyarakat menjadi faktor penting untuk memastikan upaya pencegahan berjalan efektif.
“Pencegahan karhutla membutuhkan sinergi yang erat antara pemerintah, BUMN pengelola perkebunan, dan masyarakat. Agrinas Palma memiliki peran penting dalam memastikan kesiapsiagaan di wilayah yang dikelolanya,” ujarnya.
Kristomei juga menekankan pentingnya menghubungkan informasi hasil pemantauan dengan tindakan nyata. Dengan demikian, setiap indikasi kebakaran dapat segera ditindaklanjuti berdasarkan tingkat ancaman dan prioritas penanganan.
Penguatan pencegahan karhutla ini sekaligus menjadi bagian dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance. Melalui pengelolaan risiko yang profesional, akuntabel, dan bertanggung jawab, Agrinas Palma berharap produktivitas perkebunan tetap terjaga, aset negara terlindungi, serta manfaat ekonomi dari kegiatan perusahaan dapat terus dirasakan masyarakat.
Komitmen tersebut juga berkaitan dengan peran perusahaan dalam mendukung ketahanan pangan dan kemandirian energi nasional melalui pengelolaan perkebunan, pengembangan industri hilir, serta penguatan ekosistem bioenergi. Upaya tersebut membutuhkan kondisi lahan yang aman dan terjaga dari ancaman kebakaran agar kegiatan produksi dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Ke depan, Agrinas Palma akan terus memperkuat kesiapsiagaan internal serta meningkatkan koordinasi dengan BNPB dan para pemangku kepentingan terkait. Di tengah ancaman karhutla yang berulang, terutama pada musim kemarau, sinergi tersebut diharapkan mampu mewujudkan pengelolaan perkebunan negara yang produktif, aman, serta berwawasan lingkungan dan sosial. (Adv)














