Kemenpora dan LPDP Buka Akses Beasiswa S2-S3 untuk Perkuat SDM Olahraga Indonesia

Jakarta — Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) olahraga melalui program Beasiswa Bidang Keolahragaan Tahap II Tahun 2026.

Program tersebut disosialisasikan melalui webinar yang bertujuan memberikan informasi dan pemahaman kepada insan olahraga mengenai kesempatan melanjutkan pendidikan jenjang magister (S2) dan doktor (S3) melalui dukungan pemerintah.

Asisten Deputi Olahragawan Elit Kemenpora, Budi Ariyanto Muslim menyampaikan bahwa beasiswa keolahragaan merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi pelaku olahraga di Indonesia.

“Kami sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada LPDP atas dukungan selama ini dalam menyukseskan program beasiswa keolahragaan dan terima kasih kepada seluruh pihak lain yang mendukung program ini untuk pengembangan SDM olahraga Indonesia melalui pendidikan,” ujar Budi di Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Menurutnya, pembangunan olahraga tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga membutuhkan peningkatan kualitas SDM yang memiliki kompetensi, wawasan, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Olahragawan, mantan olahragawan, pelatih, tenaga keolahragaan, serta berbagai unsur pendukung olahraga merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem olahraga nasional yang kuat dan berkelanjutan. “Hadirnya beasiswa bidang keolahragaan ini tentunya sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi insan olahraga Indonesia,” kata Asdep Kemenpora.

Budi Ariyanto menjelaskan, program beasiswa tersebut memberikan kesempatan bagi pelaku olahraga untuk melanjutkan pendidikan melalui dua skema, yakni jalur penghargaan prestasi dan jalur peningkatan prestasi.

Jalur penghargaan prestasi diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada insan olahraga yang telah memberikan kontribusi dan pencapaian bagi Indonesia. Sementara jalur peningkatan prestasi diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi pelaku olahraga dalam mendukung kemajuan olahraga nasional.

Ia mengajak seluruh insan olahraga untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mempersiapkan diri secara optimal, baik dari sisi administrasi, rencana studi, maupun kesiapan mengikuti proses seleksi.

“Jadikan beasiswa ini sebagai sarana meningkatkan kapasitas diri dan memberikan kontribusi bagi kemajuan olahraga di Indonesia,” ujarnya.

Kepala Subdivisi Kerja Sama Beasiswa LPDP, Azman Muammar menyampaikan bahwa LPDP berkomitmen mendukung pengembangan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, beasiswa keolahragaan menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat ekosistem olahraga melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. “Beasiswa keolahragaan ini menjadi salah satu bukti bahwa kami ingin mendukung ekosistem menuju Indonesia Emas 2045,” kata Azman.

Ia menjelaskan, hingga 2026 LPDP telah menyalurkan dukungan dana abadi pendidikan kepada puluhan ribu penerima program bergelar serta ratusan ribu penerima program non-gelar melalui berbagai skema kerja sama.

Azman Muammar berharap insan olahraga dapat memanfaatkan program beasiswa tersebut untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat kontribusi terhadap prestasi olahraga Indonesia di tingkat internasional. “Dua jalur beasiswa ini adalah bentuk apresiasi pemerintah dalam rangka penguatan kapasitas SDM dan memperkuat ekosistem keolahragaan nasional untuk mengharumkan nama bangsa di mata internasional,” ujarnya.

Sebagai informasi, pendaftaran seleksi Beasiswa Bidang Keolahragaan LPDP Tahun 2026 berlangsung mulai 30 Juni hingga 31 Juli 2026. Informasi lebih lanjut mengenai program tersebut dapat diakses melalui kanal resmi Kemenpora RI.

Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mencetak tenaga olahraga profesional, pemimpin olahraga masa depan, serta memperkuat fondasi pembangunan olahraga Indonesia secara berkelanjutan. (Red)