PC PMII Depok Tanggapi Dinamika Politik Pasca Pemilu

Depok, Pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) serentak 2019 telah berlangsung tanggal 17 April 2019 dengan sistem Luber dan Jurdil (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil). Pesta demokrasi ini merupakan proses pendewasaan bangsa indonesia serta ajang pencarian pemimpin terbaik bagi bangsa Indonesia untuk lima tahun kedepan.

Menanggapi dinamika dan situasi pasca pemilu akhir-akhir ini, maka Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Depok memberikan pernyataan sikap :

1. Memberikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam proses demokrasi Indonesia (Pemilu Serentak 2019).

2. Turut prihatin dan mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya (inna lillahi wa inna ilaihi raaji’un) atas meninggalnya 583 orang petugas penyelenggara pemilu 2019 yang terdiri dari 469 petugas KPPS, 92 orang petugas pengawas, dan 22 petugas keamanan serta sebanyak 4.602 KPPS jatuh sakit saat bertugas (Jumat, 10/05 2019). Semoga keluarga korban diberikan ketabahan dan kekuatan. Serta mendorong pemerintah memberikan jaminan keamanan dan kesehatan bagi keluarga korban dan menjadikan kasus ini sebagai evaluasi bagi sistem pemilu berikutnya.

3. Mengutuk keras aksi teror dan inkonstitusional dalam bentuk apapun yang membuat keresahan, ketakutan serta kerugian apalagi sampai menghilangkan nyawa baik massal ataupun individual karena motif ideologi, ekonomi, politik dan bentuk lainnya.

4. Mendorong dan mendukung Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar menjalankan fungsinya dengan baik, independent serta memegang teguh prinsip demokrasi sesuai dengan perundangan yang berlaku.

5. Meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) beserta TNI/Polri untuk mengawasi proses pemilu hingga akhir serta menindak tegas bagi siapapun yang melakukan pelanggaran hukum dan mengancam demokrasi Indonesia.

6. Mengajak kepada seluruh elemen bangsa khususnya para pemuda, mahasiswa, tokoh masyarakat untuk berdo’a bersama serta memberikan kesejukan dan kedamaian baik ucapan ataupun tindakan guna keselamatan dan ketenteraman bangsa Indonesia.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan kualitas demokrasi yang terbaik di dunia. Hendaknya masyarakat Indonesia menghormati semua proses yang telah dilaksanakan oleh semua pihak (KPU, Bawaslu, TNI/Polri).

Jika memang masyarakat melihat kecurangan silahkan ditempuh sesuai dengan konstitusi, perundang-undangan, nilai-nilai demokratis serta prosedur yang berlaku. Tindakan teror, mengancam serta merugikan tidak sesuai dengan Piagam Persaudaraan Kemanusiaan “Watsiqatu Abu Zhabiyy” antara Paus Fransiskus dan Grand Syaikh al-Azhar.

Tindakan teror juga mengancam apa yang dinamakan “Ukhuwah Wathaniyah”, “Ukhuwah Insaniyah”. Maka dari itu PC PMII Kota Depok mengajak kepada seluruh elemen bangsa baik pemerintah, pemuda, pendakwah, public figure, tokoh masyarakat, dan mahasiswa agar berdoa bersama serta menyerukan kedamaian, ketenteraman kesejukan serta mempererat tali persaudaraan kebangsaan baik ucapan ataupun tindakan guna keselamatan dan ketentraman bangsa Indonesia. (Red)