Sekda Banten Apresiasi Relawan Kesehatan Indonesia

Serang, Puluhan massa yang tergabung dalam Relawan Kesehatan Indonesia (Rekan Indonesia) mendatangi kantor Gubernur Banten, guna menyampaikan aspirasi, kemarin rabu(21/8).

Dalam aspirasinya massa yang berjumlah 50 orang menuntut perbaikan pelayanan kesehatan di provinsi Banten. Rekan Indonesia mengelar orasi dilakukan tepat di depan gerbang Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) karena dihadang oleh aoarat kepolisian sehingga tidak dapat masuk ke dalam kantor gubernur Banten.

Dalam unjuk rasanya, Rekan Indonesia menyampaikan berbagai keluhan masyarakat terkait dengan masih buruknya pelayanan kesehatan di provinsi Banten.

Ketua relawan kesehatan Indonesia Provinsi Banten Rijal. Dalam orasinya menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan di rumah sakit baik rumah sakit pemerintah ataupun rumah sakit swasta masih jauh dari amanat UUD 45 dan UU no 36 Tahun 2009.

“setiap hari kami menerima laporan dari masyarakat banten terkait persoalan pelayanan kesehatan baik berupa ketersediaan ruang ranaf, kebutuhan ruang icu, ketiadaan dokter spesialis bedah syaraf dan anak juga persoalan biaya rumah sakit dan obat obatan” kata Rijal melalui mobil komando aksi.

Rekan Indonesia berharap melalui aksi ini akan ada perbaikan pelayanan kesehatan di rumah rumah sakit di banten, selain itu Rekan Indonesia menuntut agar gubernur mengevaluasi kinerja Anggota Badan Pengawas Rumah Sakit Provinsi Banten yang dinilai tidak menunjukan kinerja yang posistf.

“Seharusnya ada pos aduan kesehatn dan juga anggota BPRS harus pro aktif melayani aduan masyarakat, mereka ini kan di gaji oleh uang rakyat tapi kemana mereka saat masih banyak warga yang mengeluhkan pelayanan kesehatan di rumah sakit” tegas Rijal.

Ditengah orasi yang disuarakan oleh peserta aksi. Tepat jam 11.00 Wib, Sekretris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Al Muktabar, mendatangi peserta unjuk rasa. Didampingi oleh Kepala Bidang Pelayanan Keshatan Dinas Kesehatan Banten, Al Muktabar langsung berdiri berhadapan dengan peserta aksi yang masih melakukan orasi.

Melihat Sekda datang menemui peserta unjuk rasa langsung meneriakan apresiasinya atas kehadiran Sekda menemui peserta.

“Ini membuktikan bahwa pejabat pemprov Banten adalah pejabat yang tidak alergi ketika didatangi rakyatnya. Kita minta pak Sekda untuk juga berorasi, menjawab semua tuntutan yang kita tunut” teriak pengunjuk rasa dari atas mobil komando.

Dalam kesempatan yang diberikan oleh peserta aksi. Al Muktabar, menyampaikan bahwa pemprov Banten sangat interest terhadap masukan dan kritik yang disampaikan Rekan Indonesia dan akan menindaklajuti apa yang menjadi tuntutan Rekan Indonesia.

“Saya terharu dengan apa yang disampaikan oleh Rekan Indonesia dalam orasinya. Dan ini menjadi catatan untuk kami demi menyempurnakan program kesehatan di provinsi Banten. Untuk itu kami meminta perwakilan Rekan Indonesia untuk bersama sama dengan saya membahas tuntutan tuntutan yang disampaikan di ruang rapat saya” ajak Al Muktabar.

Selepas memberikan tanggapan Al Muktabar bersama perwakilan Rekan Indonesia segera berjalan menuju ruang rapat Sekda.

Dalam pertemuan di ruang rapat Sekda. Al Mutabar mengatakan bahwa dirinya sangat berterima kasih atas apa yang disampaikan Rekan Indonesia.

“Terima kasih atas aksi kontrol yang dilakukan

“Saya mengapresiasi kontrol yang dilakukan oleh Rekan Indonesia untuk peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, semangatnya sama dengan kami yang saat ini sedang memiliki perhatian lebih dengan persoalan kesehatan di Provinsi Banten” ujar Al Muktabar.

Al Muktabar juga berjanji akan menindak lanjuti berbagai persoalan yang disampikan oleh Rekan Indonesia mulai persoalan kebutuhan ruang ICU, penambahan ruang rawat inap, evaluasi rumah sakit di banten, keperluan agar kantor perwakilan provinsi Banten untuk difungsikan sebagai rumah singgah bagi pasien yang tidak mampu dan membutuhkan rumah singgah di Jakarta.

“Apa yang dituntut oleh Rekan Indonesia adalah sejalan dengan visi misi Pemprov Banten dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.” ujar Al Muktabar.

Al Muktabar juga menyebutkan bahwa Rekan Indonesia ini adalah mata bagi pemprov Banten dalam menjalankan kontrol program kesehatan.

“Ditengah keterbatasan kami, Rekan Indonesia yang berada ditengah tengah warga adalah mata buat kami agar lebih memahami persoalan yang terjadi di lapangan. Dan saya juga berterima kasih sudah diingatkan tentang kantor penghubung provinsi Banten di Jakarat yang bisa difungsikan sebagai rumah singgah keluarga pasien jika harus dirujuk ke Jakarta” ujar Al Muktabar.

Berikut poin poin pertemuan Sekda Provinsi Banten dengan Rekan Indonesia.

1. BPRS
● Sekda memerintahkan untuk segera diadakan rapat kordinasi antara Dinkes dengan BPRS dan akan mengevaluasi kinerja bprs

2. Ruang ICu dan fasilitas ranap
● Sekda memerintahkan kepada RSUD Provinsi untuk merespon aduan Rekan Indonesia.

3. Komunitas Warga Siaga (KWS)
● Pemprov Banten sangat menyambut baik usulan Rekan Indonesia untuk pembangunan KWS dan akan menjadikan Serang sebagai projek percontohan

4. Universal Health Covered (UHC)
● Dalam waktu dekat provinsi banten akan segera melaksanakan UHC bagi seluruh warga Banten

5. Rumah Sakit nakal
● Pemprov akan melakukan evaluasi
terhadap rsud dan juga RS swasta secara berkala

6. Program Preventif dan Promotif berbasis partisipasi aktif warga
● mengapresiasi keterlibatan masyarakat/rekan indonesia dalam program preventif dan promotif kesehatan melalui KWS terutama soal TB dan Stunting dan akan ada program khsuus terkait hal tsb

7. Dokter spesialis bedah anak dan syaraf
● Banten masih kekurangan dokter spesialis dan sedang disiapkan secara khusus melalui fakultas kedokteran Untirta

8. Rumah singgah
● sesuai permintaan dari Rekan Indonesia, pemprov banten akan melakukan pembahasan terkait penggunaan kantor perwakilan Banten di Jakarta sebagai rumah singgah bagi keluarga pasien yang di rujuk ke Jakarta. (Red)