Pemerintah Indonesia Bantu Penegak Hukum Malaysia Ungkap Mutilasi Dua WNI

Jakarta – Pemerintah Indonesia membantu aparat penegak hukum di Malaysia untuk mengungkap kasus mutilasi dua warga negara Indonesia (WNI) di Selangor.

“Sejak awal pemerintah Indonesia dan Malaysia memberikan perhatian serius terhadap pengungkapan kasus pembunuhan keji kedua WNI atas nama Nuryanto dan Ai Munawwarah ini,” demikian keterangan tertulis Direktorat Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI yang diterima di Jakarta, Kamis.

Pemerintah Indonesia melalui KBRI Kuala Lumpur memberikan dukungan penuh proses pengungkapan perkara mulai dari proses pencocokan DNA dan sidik jari korban hingga pemulangan kedua jenazah ke tanah air, Rabu (13/3).

Kedua jenazah dipulangkan ke Indonesia menggunakan penerbangan Malaysian Airlines melalui Bandara Soekarno-Hatta.

Pada hari yang sama, kedua jenazah langsung diserahterimakan kepada keluarga masing-masing di Bandung dan di Pangandaran, Jawa Barat.

“Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan sekaligus menyampaikan komitmen KBRI untuk mengawal proses hukum kasus ini di Malaysia”, kata pejabat Fungsi Konsuler KBRI Kuala Lumpur Shabda Thian, yang mengantarkan langsung jenazah Nuryanto dari Kuala Lumpur hingga ke Bandung.

Sementara itu, Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) telah memeriksa dua orang warga Pakistan yang diduga ditemui korban terakhir kali sebelum dinyatakan hilang.

Kedua orang tersebut diperiksa selama hampir satu bulan, namun tidak ditemukan indikasi keterlibatan atas kasus tersebut sehingga mereka dilepaskan.

Selain merujuk kepada keterangan kedua warga Pakistan yang sudah dibebaskan tersebut, dalam pengungkapan kasus ini PDRM juga merujuk kepada rekaman kamera pengintai (CCTV) dan modus-modus dalam kasus lainnya yang serupa.

Nuryanto dan Ai Munawwarah berangkat ke Malaysia pada 17 Januari 2019 dan hilang kontak dengan keluarga sejak 21 Januari 2019.

PDRM berhasil menemukan bagian-bagian tubuh korban di beberapa lokasi yang berbeda di Sungai Buloh, Selangor, pada 26 Januari 2019.

PDRM memastikan identitas kedua korban tersebut adalah WNI pada 1 Maret 2019 sehingga dapat dilanjutkan untuk proses pemulangan jenazah. (Ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here