Koalisi Relawan Muslim: Jokowi dan KH. Ma’ruf Amin Usung Pemihakan Substantif Dalam Isu Islam

Jakarta – Koalisi Nasional Relawan Muslim Indonesia (KN RMI), gabungan sejumlah relawan dari unsur ormas kepemudaan Islam pendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin menilai, pemihakan pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01 dalam isu Islam lebih substansial ketimbang narasi kubu Prabowo-Sandi yang hanya normatif tanpa penjabaran programatik.

Hal ini diungkapkan oleh koordinator KN RMI, Ton Abdillah Has, pasca kampanye akbar Jokowi-Ma’ruf di Gelora Bung Karno (GBK), sabtu (13/4/2019). Menurut Ton, hal ini tidak lepas dari sosok Ma’ruf Amin yang memang dikenal sebagai ulama besar dan teruji perjuangannya dalam membela kepentingan ummat.

Sebagai upaya kontrak politik, KN RMI menyodorkan sejumlah gagasan dalam naskah ittifa’ (kesepakatan) kepada Cawapres KH. Ma’ruf Amin.

“Kyai Ma’ruf menyambut baik gagasan yang kami usulkan, selain langsung menyepakati Kyai Ma’ruf bahkan memperdalam ide dan gagasan tersebut,” ujar Ton Abdillah Has, Mantan Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah 2010-2012.

Adapun 9 poin prioritas pembangunan keumatan yang ditandatangani Cawapres Ma’ruf Amin adalah sebagai berikut: pertama, mendorong pembangunan ekonomi umat sebagai pondasi pembangunan ekonomi Indonesia, termasuk pengembangan ekonomi syariah serta melindungi dan mendorong eksistensi pengusaha muslim Indonesia.

Kedua, menciptakan keadilan ekonomi melalui kebijakan yang memihak mayoritas muslim melalui keleluasaan pada alat produksi, modal, dan pasar, agar ketimpangan ekonomi bangsa dapat teratasi. Ketiga, membangun kemitraan ekonomi strategis dengan negara muslim lainnya di dunia, serta menempatkan negara muslim tersebut dalam prioritas kerjasama ekonomi dan investasi.

Keempat, mempertahankan dan meningkatkan peran Indonesia dalam diplomasi internasional guna mendukung kemerdekaan Palestina, serta menjadi ujung tombak diplomasi internasional bagi perdamaian Timur Tengah. Kelima, memperjuangkan regulasi untuk revitalisasi fungsi rumah ibadah dalam perannya meningkatkan kemakmuran masyarakat, sehingga rumah ibadah disamping sebagai tempat peribadatan juga menjadi pusat peradaban.

Keenam, meningkatkan sumber daya manusia ummat melalui pengembangan lembaga pendidikan Islam, seperti pondok pesantren, madrasah ibtidaiyah-aliyah, serta perguruan tinggi Islam, serta memprioritaskan pengangkatan guru honorer di lembaga pendidikan Islam menjadi PNS. Ketujuh, memberikan perlindungan bagi ulama dalam melakukan dakwah Islamiyah serta pempertahankan Perda Syariah di wilayah mayoritas muslim.

Kedelapan, program biaya kesehatan gratis/murah bagi masyarakat muslim yang miskin berdasarkan rekomendasi badan kemakmuran masjid. Kesembilan, mendorong pengesahan UU masyarakat adat dan penyelesaian persoalan masyarakat adat di seluruh Indonesia.

KN RMI adalah koalisi relawan Jokowi-Ma’ruf yang terdiri dari Al Maun, Ikatan Pemuda Tarbiyah Islamiyah (IPTI), Hima Alwashliah, Angkatan Muda MDI, Forum Habaib Nusantara, Salim Jokowi, Barisan Muda Masjid, SM Jamin, Mata Jomin, Milenial Muslim Indonesia, KAMI Jamin, Demi JOIN, Tionghoa Muslim, KAMI, Samijo, Lasykar Santri Jokowi, dan Barisan Pembaharuan. (Rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here