Tools Clinical Pathway Versi Beta 2, Terobosan Baru Menjaga Mutu Layanan Rumah Sakit

Foto : Istimewa. Tools Clinical Pathway Versi Beta 2.

Depok – Berdasarkan amanat Undang-Undang No. 29 tahun 2004 bahwa dokter atau dokter gigi dalam menyelenggarakan praktik kedokteran wajib mengikuti standar pelayanan kedokteran atau kedokteran gigi. Rumah sakit diberikan kewenangan untuk mengembangkan sendiri standar prosedur operasional dalam bentuk Panduan Praktek Klinik yang dilengkapi Clinical Pathway sesuai dengan Pedoman Nasional yang ada.

Di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini, banyak rumah sakit berlomba-lomba untuk menyusun clinical pathway (CP) karena selain menjadi syarat akreditasi, CP diyakini ampuh untuk menjaga mutu layanan dan efisiensi rumah sakit.

Namun sayangnya, dalam pembuatan CP ini Rumah Sakit (RS) jarang menggunakan data yang memadai sebagai evidence sehingga seringkali CP yang ada hanya sekedar dokumen pelengkap akreditasi. Selain itu, kepatuhan dokter terhadap CP yang dikembangkan juga hampir tidak pernah dievaluasi. Hal ini disebabkan karena RS kesulitan untuk menganalisis data rekam mediknya.

Masalah inilah yang mendasari Atik Nurwahyuni, seorang dosen di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) untuk menyusun tools clinpath. Ide dasarnya adalah memanfaatkan dan mengolah data billing RS yang sebagian besar isinya adalah data rekam medik karena terdiri dari data diri pasien dan rincian pelayanan apa saja yang diberikan bahkan detil hingga ke penunjang medik, tindakan, sampai ke obatnya.

“Rumah Sakit itu sudah memiliki data yang bagus dan tersimpan di sistem billing untuk menyusun CP dan mengevaluasinya. Sayangnya, dari beribu-ribu rincian pelayanan pasien tersebut sulit sekali memilah dan menganalisisnya. Butuh waktu plus tenaga yang besar untuk analisis secara manual.” ujar Atik dalam rilis yang diberikan kepada sahabatrakyat.com pada Jum’at, (04/05/2018).

Foto: Istimewa. DR. Atik Nurwahyuni, SKM, MKM, Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI)

Dengan bantuan pendanaan dari Program Pengabdian Masyarakat DRPM Universitas Indonesia tahun 2017, Atik dan Prof Amal C. Sjaaf dari Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan FKM UI serta Muhammad Faris mahasiswa Fasilkom UI membuat Tools Pengembangan pra Clinical Pathway dan Evaluasi Clinical Pathway versi Beta 2.

Data yang dibutuhkan dalam analisis ini adalah data karakteristik pasien, diagnosis dan prosedur, rincian pelayanan, serta obat dan alat kesehatan dalam bentuk excel sehingga mudah digunakan bahkan oleh RS yang memiliki sistem informasi paling sederhana sekalipun. Melalui tools ini, informasi mengenai sebaran karakteristik pasien, rata-rata penggunaan setiap pelayanan, hingga pemberian obat kepada pasien untuk tiap penyakit dapat dimonitor. Informasi tersebut dapat digunakan sebagai dasar menyusun dan mengevaluasi clinical pathway.

Dengan memanfaatkan Tools Clinpath versi Beta 2 ini, diharapkan rumah sakit dapat menjaga mutu pelayanannya serta mengendalikan biayanya.

Tools ini tengah didaftarkan untuk mendapatkan Hak Cipta dengan tujuan agar tidak ada pihak yang mengklaim dan menjualnya karena sudah menjadi komitmen Atik dan tim agar RS dapat menggunakan tools ini secara gratis. (Prwr/A1)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here