Ketua BEM FKM UI : “Demi Bangsa Indonesia, WTPM Harus Bubar”

Jakarta – Sesuai rencana, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (BEM FKM UI) beserta aliansi Gerakan Bersatu Lawan Industri Rokok (Gebrak) yang berjumlah sekitar 300 orang melaksanakan kampanye damai menolak pelaksanaan World Tobacco Process and Machinery (WTPM), Minggu (24/04/2016) saat Car Free Day di Bundaran Hotel Indonesia.

Dalam aksinya, BEM FKM UI dan Gebrak melaksanakan serangkaian kegiatan, yaitu melakukan long march diseputaran Bundaran Hotel Indonesia, flashmob, sosialisasi kepada masyarakat untuk ikut serta menolak pelaksanaan WTPM di Jakarta dan diakhiri dengan deklarasi pernyataan sikap yang menegaskan bahwa BEM FKM UI dan Gebrak menuntut panitia penyelenggara WTPM membatalkan acara yang seyogyanya akan dilaksanakan hari Rabu dan Kamis (27-28/04/2016).
“Demi bangsa Indonesia, WTPM harus dibubarkan.” Ujar Fauzan Budi Prasetya, Ketua BEM FKM UI dalam orasinya di Bundaran Hotel Indonesia.

“Tahun 2012, pernah dilaksanakan WTA (World Tobacco Asia, Red). Saat itu penyelenggaranya berjanji untuk tidak akan menyelenggarakan kegiatan serupa di Indonesia. Ternyata, tahun ini penyelenggara yang sama mengingkari janjinya dan tetap akan melaksanakan kegiatan serupa tapi berganti nama menjadi WTPM di Indonesia. Untuk itu, kita berkepentingan untuk menolak WTPM dilaksanakan di Indonesia.” Ujar Fauzan lagi kepada wartawan sahabatrakyat.com disela–sela kampanye damai.

“Apabila tetap dilaksanakan, kita akan menggebrak saat pelaksanaan kegiatan WTPM.” Ancam Fauzan.

Selain itu, sahabatrakyat.com mewawancarai mahasiswa yang terlibat dalam kampanye damai, “Intinya kita ingin menyelamatkan generasi muda kita. Apabila WTPM tetap dilaksanakan, dikhawatirkan akan berdampak pada peningkatan jumlah produksi rokok dan promosi rokok yang akhirnya berujung pada peningkatan konsumsi rokok.” Ujar Mutammimul Ula ditemani Fitrah Chaniago, mahasiswa UI yang ikut kampanye damai menolak pelaksanaan WTPM. (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here