Festival Bedhayan 2019 Yang Digelar LPI dan Yayasan Swargaloka Dapat Dukungan Penuh Kemendikbud

Jakarta – Laskar Indonesia Pusaka (LIP) dan Yayasan Swargaloka yang didukung Dirjen Kebudayaan Dr. Hilmar Farid dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), kembali menyelenggarakan Festival Bedhayan 2019. Acara yang dilaksanakan di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) Jl. Kesenian 01 Jakarta Pusat, Sabtu malam (22/06/2019), berlangsung meriah dengan diikuti 14 grup komunitas dan sanggar tari dari berbagai kota.

Laskar Indonesia Pusaka (LIP) didirikan oleh Jaya Suprana pada tahun 2019, sebagai wadah untuk mengayomi kearifan seni panggung lokal ke dalam taraf internasional. Sebagai cabang dari Jaya Suprana School of Performing Arts, komunitas ini merambah lebih dalam kepada seni panggung tradisi Indonesia dan bertujuan untuk membuat generasi milenial mengapresiasi karya bangsa.

Festival Bedhayan 2019 bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan kesenian tradisional, mempopulerkan karya agung bangsa Indonesia, menanamkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, membangun karakter bangsa serta melestarikan warisan budaya Indonesia. Festival Bedhayan juga bertujuan untuk memperkenalkan pusaka kerajaan Jawa jaman dahulu yaitu tari ‘Bedhaya’.

Tari Bedhaya adalah tarian sakral dari Keraton Surakarta dan Yogyakarta yang saat ini sudah dimodifikasi untuk dapat dinikmati khalayak umum dan diubah menjadi Bedhayan atau

“Bedhaya-Bedhayaan”. Dengan adanya 14 peserta yang akan berpartisipasi tahun ini, acara ini

semakin meriah dengan sambutan yang luar biasa dari berbagai komunitas seni budaya Indonesia.

Para peserta Festival Bedhayan 2019 yang berpartisipasi berasal dari:

1. Jaya Suprana School of Performing Arts

2. Nur Sekar Kinanti

3. Puspo Budoyo

4. Swargaloka

5. Gending Enem 1

6. Gending Enem 2

7. Panji Wiratama

8. Arkamaya Sukma

9. Sampan Bujana Sentra

10. Ary Suta Center

11. GAIA

12. Omah Wulangreh

13. Smile Motivator

14. Hayuwerdhi

Untuk tetap mempertahankan nilai-nilai sakral yang ada, Festival Bedhayan 2019 menghadirkan beberapa pakar tari bedhayan. Tampak hadir seperti GKR. Ayu Wandansari Koes Murtiyah, KP Sulistyo Tirtokusumo dan Wahyu Santoso Prabowo. S.Kar.M.S.

Festival Bedhayan 2019 yang turut didukung oleh Jamu Jago, BCA, Sinarmas dan Bakti Budaya Djarum Foundation mengajak hadirin untuk merasakan pengalaman di keraton dalam semalam, berinteraksi langsung dengan para penari serta menyantap hidangan khas Solo.

Festival Bedhayan 2019 diselenggarakan mulai pada, Sabtu, 22 Juni 2019 tepat jam 15.00 WIB dan berakhir jam 22.00 WIB. Usai acara para 14 pimpinan grup komunitas dan sanggar tari dipanggil ke atas panggung untuk mendapatkan sertifikat pengamatan atau penilaian.

Dalam sambutannya KP Sulistyo Tirtokusumo didampingi GKR. Ayu Wandansari Koes Murtiyah, dan Wahyu Santoso Prabowo. S.Kar.M.S serta 14 pimpinan tari tersebut mengatakan, agenda ini sudah berlangsung dua kali, diharapkan tiap taunnya terus berkembang kualitasnya.

“Peserta tari hari ini rata-rata peserta kegiatan yang sama tahun 2018 lalu. Sehingga tampak sekali perkrmbangan kualitas dan kuantitasnya. Semoga tahun depan terselenggara kembali lagi,” katanya disambut tepuk tangan hadirin yang menggema di ruangan gedung.

Selesai acara tampak para peserta festival tari tradisional ini foto-foto dan selfi bersama. Para peserta banyak didominasi orang dewasa, namun ada juga peserta .perempuan yang masih muda. Tampak wajah-wajah ceria di raut muka masing-masing peserta tari yang sudah menampilkan atraksinya dengan maksimal. (Red)