Empat Perempuan Peneliti Indonesia Raih Anugerah L’Oreal-UNESCO Fellowship for Women in Science 2019

Jakarta – Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengapresiasi empat perempuan peneliti yang menerima anugerah L’Oreal-UNESCO Fellowship for Women in Science 2019.

“Aktivitas seperti ini sangat bermanfaat, kami apresiasi karena ini adalah suatu bentuk aktivitas bentuk kepedulian sekaligus kontribusi dunia usaha dalam mengembangkan sumber daya manusia ilmu pengetahuan teknologi melalui riset,” kata Menristek dalam penganugerahan L’Oreal-UNESCO Fellowship for Women in Science 2019, Jakarta, Selasa.

Menristek mengapresiasi penelitian-penelitian yang akan memberikan solusi bagi masalah pembangunan Indonesia.

Empat pemenang L’Oreal-UNESCO For Women in Science 2019, yakni Dr Sc. Widiastuti Karim, M. Si. dari Universitas Udayana dengan studi fungsi biologi Green Fluorescent Proteins (GFP) guna mengatasi pemutihan karang, Dr rer nat. Ayu Savitri Nurinsiyah, M.IL., M. Sc. dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan penelitian tentang eksplorasi penemuan keong darat yang tepat dalam mengungkap potensi biodiversitas sebagai solusi masalah kesehatan.

Kemudian, Dr Swasmi Puwajanti, M. Sc. dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan penelitian tentang eksplorasi pengembangan super nanoadsorben multi fungsi berbasis magnesium oxide dsri bittern untuk dekontaminasi air yang lebih efisien, dan Dr Eng Osi Arutanti, M. Si. dari LIPI dengan penelitian tentang eksplorasi alternatif fotokotalis material yang efisien dan dapat diaktivasi dengan tenaga surya sebagai solusi permasalahan lingkungan.

Keempat pemenang itu akan menerima beasiswa sebesar Rp95 juta dari L’Oreal Indonesia untuk mewujudkan penelitiannya.

“Saya bangga karena tiga dari empat perempuan peneliti yang menerima penghargaan UNESCO ini dari BPPT dan LIPI,” ujarnya.

Dia berharap kerja sama L’Oreal-UNESCO ini bisa terus menggairahkan dan mewujudkan kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan di Indonesia.

Menristek mengatakan pemerintah terus bekerja dan memberikan perhatian besar untuk memperbaiki ekosistem riset termasuk melalui perbaikan regulasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan penelitian. Hal itu dilakukan agar penelitian semakin membumi dan semakin bermanfaat bagi bangsa Indonesia.

Pemerintah juga mendorong agar penelitian yang dilakukan melalui kolaborasi dan tanpa tumpang tindih serta memberikan keberpihakan kepada peneliti dalam mendorong pengembangan ekosistem penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan. Ada keistimewaan kepada peneliti berupa pemanjangan batas usia pensiun peneliti dan tidak dikenai sanksi bila tidak mencapai hasil yang dilakukan sejauh metodologi telah diterapkan dengan benar dan sesuai.

Ketua Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Arief Rachman mengatakan penghargaan itu merupakab bentuk usaha L’Oreal dan UNESCO dalam memberdayakan kontribusi perempuan peneliti di dunia sains.

“Melalui program ini, kami berharap dapat mendukung para perempuan peneliti untuk memberikan kontribusi nyata dalam mengembangkan masa depan yang lebih baik bagi Indonesia,” kata Arief Rachman. (Ant)