BPJS Kesehatan Dapatkan Penghargaan Indonesia Best Brand Award 2021

Jakarta – BPJS Kesehatan mendapatkan penghargaan kategori asuransi kesehatan dalam Indonesia Best Brand Award 2021 pada ajang diselenggarakan SWA dan MARS Digital, dengan survei menemukan badan penyelenggara jaminan sosial itu dinilai dapat mempertahankan jenama di tengah pandemi.

“Pandemi COVID-19 tak menyurutkan komitmen kami dalam memberikan layanan terbaik kepada peserta JKN-KIS. Justru, kondisi ini menjadi momentum yang tepat untuk berinovasi memberikan kemudahan layanan melalui optimalisasi kanal-kanal digital yang kami kembangkan,” kata Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti dalam keterangan yang diterima di Jakarta pada Jumat.

“Kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat kepada BPJS Kesehatan. Penghargaan ini menjadi suntikan semangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan dalam menyelenggarakan Program JKN-KIS,” katanya.

Menurut survei yang dilakukan SWA dan MARS Digital di sejumlah kota besar di Indonesia selama tiga bulan dengan lebih dari 10.000 responden, BPJS Kesehatan dinilai dapat mempertahankan brand image di tengah pandemi COVID-19 yang hingga saat ini belum berakhir.

Pemilihan Indonesia Best Brand Award 2021 dilakukan dengan memperhatikan lima variabel penilaian, yaitu kesadaran atau awareness, iklan, penggunaan merek atau brand usage, kepuasan atau satisfaction dan kesetiaan atau loyalty yang menghasilkan suatu indeks nilai jenama (brand value index).

Group Chief Editor SWA Media Kemal E. Gani dalam pernyataan serupa menyatakan Indonesia Best Brand Award sudah 19 kali diselenggarakan secara konsisten dari tahun ke tahun untuk memberikan masukan kepada pengelola atau pemilik jenama agar bisa meningkatkan strateginya dalam memberikan manfaat kepada para pelanggannya.

“Kami berharap melalui penghargaan ini, para pengelola atau pemilik ‘brand’ (jenama) bisa melihat posisi mereka di dunia industri serupa secara nasional. ‘Brand’ yang kuat dan memiliki pelanggan yang loyal akan berdampak nyata terhadap kinerja dan keberlanjutan ‘brand’ tersebut,” katanya.(Ant)