Tim FKM UI Kenalkan Aplikasi SIPO Kepada Petugas Farmasi Puskesmas di Bogor

Bogor – Ketersediaan perbekalan farmasi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan sangat tergantung kepada sistem pengelolaan yang meliputi proses perencanaan, penganggaran, pengadaan, penerimaan, pendistribusian, dan pengendalian obat dan perbekalan kesehatan. Untuk itu dibutuhkan sistem pengelolaan obat yang dapat memenuhi semua kebutuhan tersebut.

Bertempat di Puskesmas Kecamatan Babakan Madang, Tim Pengabdi FKM UI mengenalkan aplikasi Sistem Informasi Pengelolaan Obat (SIPO) untuk petugas Farmasi Puskesmas di Kecamatan Babakan Madang, Bogor, Kamis (22/11/2018).

“Penggunaan Sistem Informasi Pengelolaan Obat (SIPO) dapat mengakomodir kebutuhan penerimaan, pendistribusian, pengendalian, ketersediaan, penggunaan obat dan perbekalan kesehatan secara real time, paperless secara efisien dan efektif”, ungkap Sutiawan, S.Kom., M. Si., ketua tim pengabdi FKM UI.

Lebih lanjut anggota tim pengabdi, Rico Kurniawan SKM MKM menjelaskan bahwa laporan SIPO dapat mengakomodir kebutuhan petugas puskesmas dalam melaporkan laporan bulanan ke Dinas Kesehatan secara tepat dan cepat, tanpa harus melakukan rekap manual seperti dulu.

“SIPO dapat menggenerate laporan bulanan yang dibutuhkan puskesmas untuk dilaporkan ke dinas kesehatan seperti laporan LPLPO secara otomatis. Bahkan jika Dinas Kesehatan sudah menggunakan sistem ini, semua laporan yang dibutuhkan oleh Dinkes dapat langsung didownload oleh dinkes sendiri, sehingga pekerjaan yang dikerjakan oleh petugas puskesmas hanyalah melakukan input data obat dan perbekalan kesehatan”, jelas Rico Kurniawan.

Dia berharap dengan diadakannya kegiatan tersebut para petugas farmasi jadi lebih mudah dalam melakukan pekerjaannya agar mereka tetap produktif dan tidak dibebani dengan pekerjaan seperti merekap manual setiap bulannya. Selain itu Puskesmas juga dimudahkan dalam melakukan perencanaaan dan pengendalian obat secara efektif dan efisien.

“Setelah kami kenalkan aplikasi SIPO, kami berharap aplikasi ini dapat diterapkan di masing-masing Puskesmas. Setelahnya kami akan datangi masing-masing puskesmas untuk menyesuaikan aplikasi SIPO sesuai kebutuhan dan memantau perkembangan penggunaan SIPO. Kami juga akan terus memberikan bimbingan pada petugas farmasi Puskesmas dalam penggunaan sistem ini,” tutupnya. (Prwr/A1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here