FKM UI Kenalkan mobileHealth Kepada Kader dan Bidan di Bogor

Bogor – Salah satu masalah kesehatan yang masih menjadi program prioritas pemerintah adalah masalah kematian ibu. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Tahun 2012 menunjukkan Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi yaitu sebanyak 359 per 100.000 kelahiran hidup. Tingginya AKI disebabkan oleh berbagai sebab antara lain karena masih rendahnya kinerja program Kesehatan Ibu dalam penanganan komplikasi obstetrik, hal ini didukung dengan penurunan cakupan K1 (kunjungan ibu hamil yang pertama kali di fasilitas pelayanan kesehatan) pada tahun 2013 dari 90,18% menjadi 86,85%. Kejadian ini dapat dikarenakan ibu hamil dan bersalin yang belum terjangkau oleh pelayanan Bidan di desa.

Bidan di desa merupakan salah satu strategi intervensi yang dapat mengatasi masalah kesehatan ibu termasuk dalam melakukan penjangkauan kepada ibu hamil di wilayah kerjanya. Namun demikian, beban kerja bidan yang berat seringkali membuat jangkauan  secara individual tidak terlaksana secara maksimal. Sehingga banyak ibu hamil yang tidak terdata kecuali yang melakukan pemeriksaan kehamilan ke bidan dan fasilitas kesehatan lainnya.

Sebagai salah satu bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi, Tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) yang diketuai oleh Rico Kurniawan, SKM, MKM dan beranggotakan dr. Kemal N. Siregar S.K.M., M.A., Ph.D dan Nimas Suri Martiana, SKM melakukan program pengabdian masyarakat dengan memberikan sebuah alat bantu pencatatan dan pelaporan bagi kader dan bidan desa terkait dengan program kesehatan ibu dan anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini didukung sepenuhnya dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Universitas Indonesia.

Sistem yang dikembangkan oleh Tim FKM UI ini merupakan sebuah aplikasi mobile berbasis android (mHealth) yang nantinya akan digunakan oleh bidan desa dan kader kesehatan. Kamis, 12 Oktober lalu tim yang diketuai oleh Rico Kurniawan, SKM, MKM, telah melakukan sosialisasi dan pelatihan untuk kedua kalinya terkait dengan pemanfaatan mHealth untuk pencatatan dan pelaporan, khususnya pada program kesehatan ibu dan anak.

Bidan desa dan kader masing-masing diberi dengan aplikasi dengan platform yang sama namun berbeda dalam subtansi pencatatan dan pelaporan. Jika pada bidan desa mHealth dibekali dengan modul pencatatan kesehatan ibu dan anak, sedangkan mHealth yang digunakan oleh kader dilengkapi dengan pencatatan dan pelaporan kegiatan di tingkat posyandu.

Tujuan dikembangkan mHealth ini prinsipnya adalah untuk memberdayakan kader untuk melakukan pendataan kondisi kesehatan di tingkat populasi dan bidan desa melaksanakan pencatatan serta pelaporan layanan kesehatan ibu hamil. Sistem Informasi (mHealth) ini terhubung dengan satu dashboard yang ada di tingkat puskesmas dan kecamatan Dengan demikian bidan dan petugas kesehatan yang ada di puskesmas dapat memantau kesehatan ibu dan mengantisipasi risiko kesehatan yang akan muncul. Lebih dari itu, kinerja bidan juga akan menjadi lebih ringan dan perkembangan kesehatan ibu hamil dapat diketahui dengan segera secara real time oleh stakeholders, termasuk oleh Camat dan Kepala Puskesmas.

“Aplikasi mHealth ini tidak hanya bisa dipakai oleh bidan desa ataupun kader, namun juga bisa digunakan oleh perangkat desa untuk pencatatan dan pelaporan , contohnya dalam pelaporan data kematian, kelahiran, serta migrasi” ujar Rico dalam paparannya di depan peserta sosialisasi dan pelatihan.

“Dengan demikian, jika mHealth ini bisa dilaksanakan secara berkelanjutan, secara tidak langsung kita akan mengurangi beban kerja bidan dan kader dalam pelaporan indikator kesehatan dan mengurangi biaya, antara lain biaya cetak/print menggunakan kertas dan biaya pengiriman laporan ke Puskesmas setiap bulannya” imbuh Rico.

Setelah sosialiasi dan pelatihan, sistem ini dapat digunakan oleh kader, bidan desa, dan perangkat pemerintahan desa.

Salah satu perangkat desa mengungkapkan bahwa sistem yang diperkenalkan oleh tim FKM UI ini sangat bermanfaat dan bisa menjadi salah satu terobosan pemanfaatan smartphone untuk kebutuhan pelaporan.

“Untuk kami, manfaat mHealth dengan platform Opendatakit (ODK) ini sudah sangat luar biasa, dimana kami bisa melihat selain kesehatan ibu anak, kita juga bisa melihat perkembangan dan pertumbuhan anak khususnya di bawah lima tahun atau balita” Ujar Pak Egy, Kasi Kesra Desa Babakan Madang saat ditemui pada kegiatan monitoring. (Prwr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here