Pakar Sebutkan Gejala Corona dari Memburuk hingga Membaik dan Sebaliknya

Ilustrasi penanganan wabah corona di Tiongkok atau Cina. Sumber: Istimewa

New Orleans – Ahli kesehatan mengungkapkan bahwa sejumlah gejala seperti batuk berdahak, sakit kepala, demam dari virus corona baru (COVID-19) bisa dari skema memburuk ke membaik, tetapi juga bisa sebaliknya.

Menurut ahli pulmonologi dari Tulane Medical Center di New Orleans, Amerika Serikat, Dr. Joshua Denson, pasien bisa mengalami gejala tersebut selama sepekan, lalu membaik atau malah bertambah sakit.

Denson yang sudah menangani 20 orang pasien corona mendeskripsikan fase pertama penyakit sebagai “pemanasan yang lambat”.

Hal serupa juga diungkapkan ahli pulmonologi lainnya, Dr. Ken Lyn-Kew dari National Jewish Health, di Denver Amerika Serikat.

“Tampaknya seperti ada periode saat tubuh mencoba memilah bisa mengalahkan hal ini atau tidak,” kata dia seperti dilansir NBC News pada Senin (23/3/20).

Terkadang, pasien merasa mulai membaik sebelum kondisi kesehatannya memburuk.

“Ini yang kami temukan pada pasien. Mereka bilang ok dan tiba-tiba merasa kehausan, napas lebih pendek dan nyeri dada,” tutur Lyn-Kew.

Ahli penyakit infeksi di Wake Forest School of Medicine, Winston-Salem di North Carolina, Dr. Christopher Ohl juga mengamati perkembangan cepat gejala yang semakin parah.

“Mereka berkata, ‘Hei, kurasa aku sudah sembuh” lalu dalam 20-24 jam, mereka menderita demam, kelelahan parah, batuk yang memburuk, dan napas pendek lalu dirawat di rumah sakit,” kata Ohl.

Orang dewasa yang lebih tua, lansia dan orang-orang dengan kondisi kesehatan kronis tampaknya paling berisiko terhadap penurunan kondisi kesehatan yang tiba-tiba ini.

Denson mengatakan hampir semua pasiennya yang sakit kritis memiliki kombinasi dari tiga masalah medis yang mendasarinya, yakni obesitas, tekanan darah tinggi dan diabetes tipe 2.

Oleh karena itu, mereka yang paling berisiko mengalami komplikasi harus memperhatikan gejala baru yang muncul, bahkan setelah mereka mulai merasa lebih baik.

“Waspadai apa yang terjadi. Jika gejala Anda mulai memburuk setelah Anda merasa lebih baik, maka Anda perlu menghubungi dokter Anda. Itu mungkin sesuatu yang perlu diobati dokter dalam keadaan darurat,” kata Ohl. (NBC/Antara)