Tumpulnya Indera Penciuman dan Pengecap Bisa Jadi Corona Tanpa Gejala

Ilustrasi tumpulnya kemampuan mencium bau dan merasa dengan lidah. Sumber: Istimewa

Jakarta – Ahli kesehatan menemukan bahwa tumpulnya penciuman dan pengecap adalah gejala baru infeksi virus corona baru (COVID-19).

Profesor Nirmal Kumar, konsultan ahli THT seperti dilansir Sky News mengatakan, hidung menjadi pintu masuk utama masuk saat seseorang bernapas dan droplet yang terinfeksi virus corona.

“Pada pasien muda tidak ada gejala signifikan misalnya batuk dan demam, tetapi mereka mungkin bisa kehilangan kemampuan mengecap rasa dan mencium bau, yang menunjukkan virus berdiam di hidung,” kata dia Selasa (24/3/20).

Menurut Dr. Nathalie MacDermott, dosen klinis di King’s College London, infeksi biasanya terjadi melalui hidung atau bagian belakang tenggorokan. Hal ini sering menyebabkan hilangnya kemampuan indera penciuman dan pengecap.

Dia mengingatkan, penelitian seputar gejala baru untuk COVID-19 belum tersebar luas di komunitas medis.

Di Korea Selatan, China dan Italia, sekitar sepertiga orang yang positif COVID-19 dilaporkan mengalami kondisi serupa atau disebut anosmia.

Kumar mengingatkan, mereka yang mengalami gejala anosmia melakukan isolasi diri selama tujuh hari untuk mencegah penyebaran penyakit.

Seiring dengan penemuan gejala baru ini, maka sekali lagi ditekankan pentingnya para ahli kesehatan menggunakan alat pelindung diri. (Ant)