Tiga Tahun Berturut-turut Penderita Kanker Serviks di Kupang Bertambah

Kupang – Dinas Kesehatan Kota Kupang menemukan 99 orang perempuan di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu positif mengidap kanker serviks dan payudara, pascamelakukan uji Iva-tets.

“Pemerintah melalui dinas kesehatan melakukan deteksi dini kanker serviks dan kanker Payudara melalui tes IVA-TETS, dan hasilnya ditemukan 99 orang positif,” kata Kepala Bidang Penanggulangan dan Pengamatan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Kupang Sri Wahyuningsih.

Dia mengatakan, pada aksi deteksi dini kanker serviks dan payudara melalui tes IVA-TETS terhadap 800 perempuan daerah itu secara gratis di 11 puskesmas ditemukan 99 orang di antaranya positif menderita penyakit itu.

Hasil itu mendorong Dinas Kesehatan Kota Kupang untuk melakukan langkah pengobatan dengan terapi bagi para penderita yang ditemukan itu. “Saat ini sedang dalam penanganan pengobatan dan terapi,” katanya.

Sementara itu, data yang diperoleh dari RSUD Prof Dr WZ Johannes Kupang menunjukan jumlah pengidap kanker di Provinsi Nusa Tenggara Timur terus bertambah setiap tahunnya.

Direktur RSUD Prof Dr WZ Johannes Kupang, Dominikus Minggus Mere mengatakan, sejak 2015 jumlah penderita kanker yang ada di provinsi berbasis kepulauan itu mencapai 240 orang. Selanjutnya pada 2016 naik mencapai 910 orang dan sampai pada September 2017 menjadi 860 orang.

“Diprediksi sampai akhir tahun nanti jumlahnya akan terus bertambah hingga 1.000 orang,” katanya.

Berdasarkan data distribusi penderita kanker berdasarkan organ menurut pemeriksaan histopatologi di instalasi patologi anatomi RSUD Prof Dr WZ Johanes Kupang, penderita kanker terbanyak adalah kanker serviks dengan jumlah 32 orang.

Kemudian menyusul kanker ovarium 31 orang, kanker payudara 27 orang, rongga mulut 16 penderita, thyroid dan saluran cerna 14 penderita, serta kelenjar getah bening 12 orang penderita.

Dalam pemeriksaan lanjutan kepada para pasien, hampir sebagian penyakit kanker ditemukan pada kondisi yang sudah masuk stadium lanjut. Sehingga angka kesembuhan dan angka harapan hidup pasien kanker belum seperti yang diharapkan meskipun tata laksana kanker telah berkembang dengan pesat.

Dia mengaku RSUD Prof Dr WZ Johanes Kupang sudah mempersiapkan sejumlah peralatan yang memadai didukung sumber daya paramedis yang handal untuk bisa membantu mengatasi perkembangan penyakit yang bisa mematikan itu. (Ant)