Capaian Imunisasi MR di Malut 66,5 Persen

Ternate – Realisasi pelaksanaan imunisasi Measles Rubella (MR) atau campak dan rubella di Provinsi Maluku Utara (Malut) baru mencapai 66,5 persen dari sasaran 382 ribu anak di daerah itu.

“Realisasi itu masih jauh dari target yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) minimal 95 persen dari sasaran imunisasi MR pada akhir program imunisasi,”kata Kepala Seksi Surfalensi dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Malut, Muhammad Isa Tauda, di Ternate, Kamis.

Perpanjangan batas akhir pelaksanaan imunisasi MR yang dikeluarkan Kemenkes dari semula 30 September 2018 menjadi 31 Oktober 2018 diharapkan dapat dimanfaatkan Dinas Kesehatan untuk melakukan imunisasi MR hingga mencapai target 95 persen.

Menurut dia, pelaksanaan imunisasi MR di Malut tidak berjalan sesuai harapan menyusul adanya pro kontra di masyarakat mengenai kehalalan vaksin MR, apalagi mayoritas masyarakat di daerah ini beragama Islam.

Namun, adanya fatwa MUI bahwa vaksin MR yang diimpor dari India itu, boleh digunakan karena sifatnya darurat diharapkan masyarakat tidak lagi untuk takut untuk melakukan imunisasi MR terhadap anaknya.

Imunisasi MR itu, kata Muhammad, sangat penting bagi anak usia sembilan bulan sampai 15 tahun, karena akan melindungi anak dari penyakit campak dan rubella yang mengakibatkan gangguan organ tubuh, bahkan kematian.

Berbagai pihak terkait diharapkan ikut membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi MR itu, karena sasaran akhirnya adalah mewujudkan generasi bangsa yang berkualitas dan mampu bersaing dalam persaingan global.

Ia menambahkan, isu adanya dua anak yang meninggal yakni satu di Kota Ternate dan satu lainnya di Kabupaten Halmahera Timur, karena imunisasi MR, sesuai hasil analisas dari tim dokter di Komisi Nasional (Komnas) di Jakarta, ternyata keduanya meninggal karena infeksi virus. (Ant)