Indonesia Posisi Ke-3 Pada Bisnis Panasonic di ASEAN

Jakarta, – Pertumbuhan pasar elektronik yang cenderung melambat tahun lalu dan juga diperkirakan tahun ini membuat Indonesia hanya menduduki peringkat ke-3 dalam bisnis Panasonic di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).

“Saat ini bisnis Panasonic terbesar di ASEAN, pertama Vietnam, kemudian Malaysia, dan ketiga Indonesia,” kata Presdir PT Panasonic Gobel Indonesia (PGI) Seigo Saifu di sela-sela “Regional Partner Conference” di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, posisi Indonesia di peringkat ke-3 dalam bisnis Panasonic di ASEAN itu terkait dengan pertumbuhan permintaan elektronik yang melambat di negeri ini.

Namun, Saifu yakin potensi pasar elektronik di Indonesia akan tumbuh lebih cepat dan lebih besar mengingat Indonesia merupakan negara besar dengan jumlah penduduk terbanyak di ASEAN.

Dengan dua indikator itu, lanjutnya, Indonesia seharusnya menjadi pasar elektronik terbesar di Asean

“Mungkin butuh 3-5 tahun agar pertumbuhan pasar (elektronik) Indonesia lebih cepat,” ujar Saifu.

Ia mengakui persaingan pasar elektronik di Indonesia sangat ketat. Saifu menyebut nama perusahaan elektronik Jepang lainny seperti Sharp dan dua perusahaan elektonik Korea Selatan seperti Samsung dan LG sebagai pesaing yang kuat di Indonesia.

Untuk itu, pihaknya menyiapkan serangkaian strategi bisnis baru di antaranya meningkatkan nilai tambah dalam menopang gaya hidup konsumen yang makin modern, melalui teknologi “Nanoe” dan “Prime Fresh” guna meningkatkan kualitas udara yang dibenamkan pada produk Panasonic.

“Tahun ini kami akan fokus mendorong pemasaran AC dan lemari es,” ujar Saifu yang menargetkan penguasaan pasar di atas 20 persen untuk AC dan di atas 10 persen untuk lemari es.

Ia juga mengungkapkan melalui PT Panasonic Manufacturing Indonesia, pihaknya melakukan investasi berkesinambungan untuk meningkatkan nilai tambah terhadap produk elektronik yang di produksi di Indonesia, termasuk membenamkan teknologi terbaru Nanoe dan Prime Fesh yang selama ini hanya ada di produk menengah ke atas.

“Saya berharap pemilu berdampak positif bagi pasar elektronik, siapapun pemenangnya,” ujar Saifu ketika ditanya soal pengaruh pemilu pada pasar elektronik di Indonesia. (Ant)