Puluhan Rumah Terbakar di Kota Samarinda

Samarinda, Kalimantan Timur – Puluhan rumah terbakar di Jalan Siti Aisyah, Gang 14, Kelurahan Teluk Lerong, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Senin malam (19/12/2016) sekitar pukul 20.30 Wita, dan menghanguskan sedikitnya 30 rumah warga.

Mobil pemadam kebakaran yang berjumlah belasan pun dikerahkan, tetapi cukup kesulitan memadamkan kobaran api karena lokasi kebakaran merupakan kawasan pemukiman padat penduduk. Kobaran api dengan cepat melahap rumah-rumah warga yang mudah terbakar karena umumnya terbuat dari kayu.

“Api dengan cepat merambah dan membakar rumah-rumah warga lainnya karena lokasi kebakaran berada di kawasan pemukiman padat sementara akses jalan cukup sempit ditambah rumah yang terbakar umumnya terbuat dari kayu sehingga api dengan cepat menjalar,” ujar Faisal, anggota sukarelawan kebakaran dan bencana (Balakarcana) Kota Samarinda yang mengaku rumahnya juga ikut hangus terbakar.

Menurut Faisal, ia tidak mengetahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut.

“Kami tidak tahu penyebabnya tetapi tiba-tiba api langsung membesar dan melahap rumah-rumah waga termasuk menghanguskan rumah saya. Sumber api dari belakang rumah saya tetapi kami belum bisa tahu asal kebakaran dari rumah siapa,” ujar Faisal lagi.

Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang yang berada di lokasi juga mengatakan belum ada informasi dari petugas pemadam kebakaran terkait penyebab dan asal api yang menyebabkan puluhan rumah di Kelurahan Teluk Lerong hangus terbakar.

“Belum diketahui penyebab dan jumlah rumah yang terbakar sebab masih dalam proses pendataan,” ujar Walikota.

Selanjutnya, Pemerintah Kota Samarinda akan segera mengambil langkah-langkah untuk membantu korban yang tertimpa musibah kebakaran tersebut.

“Secepatnya akan dilakukan upaya yang sangat diperlukan bagi warga yang rumahnya terbakar. Atas peristiwa ini, saya kembali mengingatkan warga untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran,” ujar Wali Kota lagi.

Akhirnya, kebakaran bisa dikuasai setelah lebih dari tiga jam atau sekitar pukul 22. 40 Wita, setelah petugas pemadam kebakaran dibantu warga terus berjibaku memblokade kobaran api agar tidak semakin meluas. (Ant/A1)