BENGKULU UTARA – Kabar baik datang bagi peserta didik dan pihak sekolah yang selama ini menerima layanan pemenuhan gizi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunung Alam II. Setelah sempat menghentikan kegiatan operasional untuk sementara waktu, SPPG Gunung Alam II dipastikan akan kembali beroperasi pada Rabu (4/11/2026).
Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Kepala SPPG Gunung Alam II, Alpiansyah, kepada media, Selasa (3/11/2026). Ia mengatakan, pelayanan kepada sekolah-sekolah yang berada dalam wilayah penanganannya direncanakan kembali berjalan seperti biasa.
“Insyaallah, besok (Rabu, 4/11/2026) SPPG Gunung Alam II akan beroperasi kembali seperti biasa,” ujar Alpiansyah.
Informasi ini menjadi kabar positif bagi delapan sekolah yang sebelumnya terdampak penghentian sementara operasional SPPG Gunung Alam II. Dengan rencana dibukanya kembali pelayanan tersebut, aktivitas pemenuhan gizi bagi peserta didik di sekolah-sekolah sasaran diharapkan dapat kembali berlangsung secara normal.
Sebelumnya, penghentian sementara operasional SPPG Gunung Alam II sempat menimbulkan perhatian di kalangan masyarakat, khususnya orang tua murid. Pasalnya, layanan pemenuhan gizi tersebut berkaitan dengan kebutuhan peserta didik dan menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pemenuhan asupan gizi anak di lingkungan sekolah.
Saat dikonfirmasi sebelumnya, Alpiansyah membenarkan bahwa delapan sekolah yang berada dalam cakupan pelayanan SPPG Gunung Alam II mengalami penghentian operasional sementara. Namun, ketika itu belum ada kepastian mengenai waktu dimulainya kembali pelayanan.
Kini, melalui keterangan terbarunya, Alpiansyah menyampaikan bahwa operasional SPPG Gunung Alam II akan kembali dilaksanakan pada 4 November 2026. Pernyataan tersebut sekaligus memberikan kejelasan mengenai rencana kelanjutan pelayanan yang sebelumnya belum dapat dipastikan.
Rencana beroperasinya kembali SPPG Gunung Alam II diharapkan dapat memberikan kepastian kepada pihak sekolah, peserta didik, dan orang tua murid. Dengan demikian, sekolah dapat kembali mengoordinasikan kebutuhan pelayanan bersama pengelola SPPG sesuai mekanisme yang berlaku.
Keberlanjutan pelayanan pemenuhan gizi dinilai penting karena program tersebut tidak hanya berkaitan dengan penyediaan makanan bagi peserta didik, tetapi juga mendukung perhatian terhadap kebutuhan gizi anak selama mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Meski demikian, informasi mengenai penyebab penghentian sementara operasional sebelumnya belum disampaikan secara terperinci oleh pihak pengelola. Fokus saat ini adalah memastikan rencana pengoperasian kembali dapat terlaksana sesuai jadwal yang telah disampaikan.
Masyarakat pun berharap pelayanan SPPG Gunung Alam II dapat kembali berjalan secara lancar dan berkelanjutan. Dengan beroperasinya kembali unit pelayanan tersebut, delapan sekolah yang menjadi wilayah penanganannya diharapkan kembali memperoleh layanan pemenuhan gizi sebagaimana sebelumnya. (Red/DK)














