Surat Terbuka Untuk Prabowo Dari Anak Keturunan PRRI: “Kami Tak Rela Pak Prabowo”

Oleh: Anggin Ma’ruf Zaidin (Anak cucu keturunan PRRI)

Bapak Prabowo Subianto yang saya hormati,

Izinkan salam hormatku untuk bapak yang tidak pernah kenal kata menyerah berjuang demi sesuatu yang bapak yakini benar.

Tak terhitung jasamu bagi negeri ini pak…. Dimulai dari karirmu di militer, berbagai pengorbanan engkau lakukan demi menjaga kedaulatan bangsa ini, tak terhitung berapa kali nyawamu nyaris terpisah dari tubuhmu ketika engkau dengan gagah menegakkan kedaulatan bangsa ini di Timor Timur, dan tak terhitung pula berapa banyak pujian yang engkau dapatkan ketika engkau membebaskan sandera dari tangan pemberontak di pedalaman hutan belantara Papua, walaupun mereka sebelumnya bilang bahwa engkau mustahil dapat melakukan itu…..

Bapak Prabowo Subianto…..

Tekadmu untuk membangun tidak berhenti oleh terputusnya masa karirmu di militer. Ketika engkau pun menjadi masyarakat biasa engkau terus melanjutkan perjuanganmu untuk membangun negeri, saya masih ingat betul ketika engkau ngotot dan bersemangat untuk memajukan seorang walikota berprestasi dari sebuah kota kecil yang jauh dari hiruk pikuk ibu kota untuk menjadi gubernur ibukota negeri ini, bahkan yang lebih gila lagi engkau sangat ngotot mencari pendamping untuknya yang berasal dari etnis minoritas yang selama ini engkau dikenal sangat anti kepadanya yang walaupun pada akhirnya engkau harus melawan ksatria binaanmu sendiri.

Dan saya pun masih belum lupa ketika engkau bersemangat membina seorang arsitek muda dan kreatif yang tidak pernah bosan menyampaikan impiannya kepadamu untuk membangun ibukota pasundan tanah kelahirannya dan lagi ksatria binaanmu pun harus kembali melawan dirimu. Tapi hal-hal tersebut saya anggap biasa pak, kalau kata politisi sekarang “politik itu dinamis”, walaupun hal tersebut menjadi gambaran ketidak konsistenan para politisi bangsa ini.

Tetapi hari ini saya sangat murka pak, murka sekali. Ketika engkau meyakini berdiri diatas kezaliman, tetapi hal itu justru menzalimimu pak. Ketika seorang wanita tua melakukan penipuan publik engkau dengan polosnya percaya terhadap wanita tersebut dan dengan gagah lantang kau berdiri terdepan dalam melawan ketidakadilan justru hal yang kau bela itu malah menerkam dan mengkhianati dirimu.

Bapak Prabowo Subianto, kejadian demi kejadian dalam karir politikmu membuat saya marah, bagaimana seseorang yang oleh Gusdur disebur sebagai orang yang paling ikhlas membangun negeri, menurunkan kelasnya yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT, bapak dilahirkan sebagai Begawan pak! Bukan sebagai Ksatria, bapak dilahirkan sebagai guru bangsa pak! Seperti Ayah dan Kakek anda. Menjadi Presiden terlalu rendah pak untuk bapak, kodrat bapak adalah menjadi guru dan pembina bangsa ini, maka pahamlah saya terhadap apa yang gusdur sampaikan untuk bapak, bahwa bapak ikhlas berjuang untuk negeri ini, tanpa memerlukan pangkat dan jabatan apapun.

Cukup pak…. saya marah kalau bapak diperlakukan seperti itu lagi oleh lingkaran terdekat bapak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here