Dinkes Tanah Datar Temukan 24 kasus DBD Sepanjang Januari 2019

Batusangkar – Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, menemukan 24 kasus demam berdarah dengue (DBD) di daerah itu sepanjang Januari 2019, dengan kasus terbanyak di Kecamatan Lima Kaum.

“Jumlah ini meningkat tiga kasus dibanding periode yang sama 2018 yang hanya 21 kasus,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tanah Datar, Edward, di Batusangkar, Selasa.

Ia mengatakan untuk pencegahan pihaknya terus menyosialisasikan kepada masyarakat terkait bahaya yang ditimbulkan oleh nyamuk aedes aegypti yang membawa virus dengue yang menyebabkan penyakit DBD.

Selain memberikan pemahaman kepada masyarakat pihaknya juga melakukan fogging (pengasapan) ke daerah yang dilaporkan terjangkit nyamuk DBD.

Namun cara pengasapan itu dinilai kurang efektif karena hanya membunuh nyamuk dewasa saja, tapi tidak bagi telur dan jentik nyamuk.

Sejak pertengahan Januari 2019 pihaknya telah mengeluarkan imbauan langsung kepada masyarakat, melalui radio maupun puskesmas hingga ke tingkat jorong (desa) untuk memberlakukan hidup sehat.

“Karena percuma saja dilakukan pengasapan kalau masyarakat tidak berupaya hidup bersih,” katanya.

Di saat musim pancaroba ini masyarakat harus menyadari betul efek dari membuang barang bekas seperti kaleng bekas, botol, dan plastik yang bisa menampung air, sehingga menjadi tempat bertelur nyamuk penyebar DBD.

Sesuai sirkulasinya telur nyamuk penyebar DBD dalam musim panas bisa bertahan hingga satu tahun. Jika terkena air hujan maka dalam satu minggu akan berubah menjadi nyamuk dewasa.

Ia berharap warga memiliki kesadaran tinggi untuk menjaga lingkungan sekitar dari tempat yang mengakibatkan nyamuk berkembang biak.

Program gotong-royong harus terus digalakkan di tengah masyarakat, karena ini akan ampuh membasmi sarang nyamuk.

Ia menyebutkan pada 2018 ditemukan 147 kasus DBD di Tanah Datar. Kasus terbanyak ditemukan di kawasan padat penduduk yakni di Kecamatan Lima Kaum yang disebabkan saluran air di daerah ini sering tersumbat hingga terjadi genangan dan menimbulkan penyakit. (Ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here